Tuding Aksi Bela Islam Bisa Berujung Kudeta, Panglima TNI: Saya Agak Tersinggung, karena Saya Umat Islam Juga

Posted on

Tuding Aksi Bela Islam Bisa Berujung Kudeta, Panglima TNI: Saya Agak Tersinggung, karena Saya Umat Islam Juga


Opini Bangsa – Dalam talk show “Rosi” dengan tema “Membidik Jokowi Lewat Ahok” di stasiun Kompas TV malam ini (4/5). Rosi nampak ingin sekali menggiring opini publik bahwa apa yang dilakukan ormas Islam dengan Aksi Bela Islam adalah sesuatu yang bertentangan dengan negara.
Dikatakan oleh Rosi dengan meminta tanggapan kepada Panglima Gatot soal Aksi Bela Islam yang menurut Rosi Aksi tersebut bisa saja di domplengi dengan aksi yang berujung pada kudeta Presiden Jokowi.

Mendengar pertanyaan tersebut, Panglima Gatot dengan tegas menjawab “Saya agak tersinggung dikatakan seperti itu, karena saya sebagai umat islam juga!”

Melanjutkan pernyataan tersebut, Panglima Gatot langsung menjelaskan tentang sejarah Islam dan mengungkapkan bahwa umat islam tidak akan mungkin merusak negeri.

Hal tersebut Panglima Gatot buktikan dengan apa yang terjadi pada aksi-aksi sebelumnya yang ternyata berjalan dengan aman.

Ribuan peserta Aksi Damai 55 menunaikan shalat Subuh berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (5/5). Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Jamaah yang dominan mengenakan pakaian serba putih itu tampak khusuk menjalankan ibadah Subuh berjamaah. Mereka memenuhi lebih dari setengah ruang utama masjid Istiqlal.

Peserta aksi diketahui datang dari berbagai daerah. Menurut salah satu petugas keamanan Masjid Istiqlal, Taman, ada yang datang dari Purwakarta, Pekanbaru, Palembang, Pontianak, hingga Medan.

Kebanyakan mereka datang secara pribadi dan kelompok-kelompok kecil. Ada yang datang menggunakan motor, mobil pribadi dan transportasi lain. Massa diprediksi akan terus berdatangan pada Jumat (5/5) pagi.

Aksi 55 yang diprakarsai Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) ini bertujuan menuntut keadilan terkait kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Aksi dilakukan menjelang putusan majelis hakim pada 9 Mei mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *